6 Tradisi Makan Bersama

image
Mar03

6 Tradisi Makan Bersama

2017-03-09 17:14:02 0 Comments

Di belahan dunia manapun tradisi makan bersama sudah biasa dilakukan sejak jaman dahulu, termasuk di Indonesia. Tradisi makan bersama seringkali dijadikan ritual untuk meningkatkan kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan. Sayang, seiring perkembangan jaman, tradisi ini mulai jarang dilakukan. Apalagi bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta. Kesibukan yang menjadi alasannya. Padahal kegiatan ini seru dilakukan semua usia, selain mengenyangkan bisa dijadikan ajang silaturahmi. Mari kita lihat 6 tradisi makan bersama yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat Indonesia.

Ngariung, Jawa Barat.

Masyarakat suku Sunda biasa berkumpul dan makan bersama dalam berbagai kesempatan. Kegiatan ini istilahnya ngariung. Ngariung artinya berkumpul, entah itu di dalam rumah atau pun di lahan yang cukup luas. Mereka biasa makan secara lesehan.

Makanan disajikan di atas daun pisang. Makanan yang tersaji beragam, mulai dari dari nasi liwet, ayam goreng, ikan asin, tempe, tahu dan yang tak ketinggalan sambal dan lalapan khas masakan sunda. Cara makannya menggunakan tangan.

Babancakan, Keluarga Banten.

Hampir mirip dengan masyarakat di daerah Jawa Barat, masyarakat Pandeglang, Propinsi Banten juga biasa melakukan makan bersama di atas daun pisang. Yang berbeda hanya istilahnya saja. Mereka biasa menyebutnya Bacakan. Makan bersama bacakan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Bisa di kebun, di tepi sungai ataupun di dalam rumah.

Megibung, Bali.

Megibung adalah tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh warga kampung Islam Kepaon, Bali. Tradisi makan bersama ini dudah dilakukan sejak masa kerajaan tepatnya pada masa kekuasaan Raja Karangasem. Megibung berasal dari kata gibung yang artinya kegiatan yang dilakukan bersama-sama dengan saling berbagi satu sama lain. Megibung sendiri acap kali dilakukan orang sambil berdiskusi dan berbagi pendapat. Menu makanan yang disajikan cukup beragam dan kebanyakan menu khas Bali yang halal.

Makan Patita, Maluku.

Tradisi makan bersama di Maluku disebut Patita. Makan bersama ala keluarga Maluku ini selain dihadiri oleh anggota keluarga juga bisa dihadiri oleh siapa saja yang datang. Semua anggota keluarga bisa mencicipi semua makanan yang dihidangkan. Makanan yang dihidangkan adalah masakan tradisional Maluku. Seperti nasi kelapa dan nasi kuning. Acara makan bersama seringkali digelar pada saat hari-hari tertentu yang dianggap penting.

Baca juga : Mengenal Karakter lewat Makanan Favorit

Baseprah, Kutai.

Baseprah ini adalah tradisi makan yang dilakukan oleh suku adat Kutai yang meruapkan penduduk asli di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Baseprah adalah bahasa Kutai yang artinya makan bersama dengan duduk bersila di atas tikar. Dalam tradisi makan bersama ini tidak ada batasan sosial dalam masyarakat. Jadi antara rakyat dan pejabat bisa makan bersama-sama sesuai dengan makana yang mereka suka.

Setiap orang akan memilih makanan yang disukainya dan duduk di depan makanan tersebut. Dulu tradisi makan Baseprah ini seringkali dilakukan oleh Sultan Kutai saat merayakan upacara Erau bersama rakyatnya. Tradisi makan Baseprah ini melambangkan semangat kebersamaan.

Bajamba, Minangkabau

Makan bajamba atau biasa disebut juga makan barapak adalah tradisi makan yang dilakukan oleh masyarakat minangkabau. Masyarakat berkumpul dengan duduk bersama di suatu ruangan. Biasanya kegiatan makan bersama ini dilakukan untuk memeringati hari-hari besar agama Islam. Bajamba juga jadi ajang kegiatan sosialisasi dengan tanpa melihat perbedaan status sosial. Makanan yang jadi menu utama cukup beragam mulai dari nasi dan berbagai lauk pauk. Bajamba juga diselingi dengan berbagai kegiatan kesenian minang. skm



Share

Comments

Leave a comment