Wadah Makanan Tradisional Kembali Digemari

image
Nov11

Wadah Makanan Tradisional Kembali Digemari

2018-11-14 22:47:44 0 Comments

Unik dan membuat makanan jadi lebih nikmat membuat wadah makanan tradisional kembali digemari masyarakat. Selain itu, wadah ini terbuat dari bahan alami jadi pasti lebih sehat.

Masa-masa sulit di jaman penjajahan membuat penduduk Indonesia jadi kreatif memanfaatkan bahan sekitar untuk kebutuhan sehari-hari. Bambu misalnya. Batang bambu yang lentur dan kuat ini, dijadikan wadah makanan. Beragam bentuk wadah makanan tradisional berhasil dibuat dari tumbuhan asal Tiongkok ini.

Meski sempat langka, kini wadah makanan tradisional kembali digemari. Buktinya, mulai banyak diperjual belikan, baik di pasar tradisional maupun marketplace. Unik, membuat makanan menjadi lebih nikmat dan sehat, itulah alasan Tina, salah satu pegawai BPOM saat memesan paket besek Nasi Liwet di Sikuning Mantan.

Baca juga : Rayakan Acara Spesial dengan Paket Besek

Ini dia wadah makanan tradisional yang kembali digemari;

1.     Ceting.

Ceting atau orang Sunda menyebutnya boboko merupakan hasil kerajinan tradisional yang berfungsi sebagai tempat nasi. Wadah ini terbuat dari bamboo dengan teknik anyaman. Nasi yang disimpan di ceting memiliki aroma khas yang mampu menambah kenikmatan saat menyantapnya. Nasi yang berada di ceting mudah dingin karena bagian atasnya terbuka dan disekelilingnya ada rongga untuk udara panas kelur. Nasi yang dimakan dingin sangat baik untuk kesehatan. Harga ceting mulai dari Rp 15 ribu – Rp 65 ribu.

2.     Tenong

Wadah yang satu ini kadang dijadikan tempat kue basah dalam acara hajatan atau makanan lainnya saat bepergian. Tenong dibawa dengan cara dijunjung di kepala. Bentuk tenong tidak selalu bersusun dan bulat, kadang oval bahkan persegi empat. Tenong yang terbuat dari bambu umumnya berbentuk bulat. Tempat makanan ini memiliki tutup. Di marketplace harga tenong sekitar Rp 150 ribu - Rp 465 ribu.

3.     Besek

Besek biasa digunakan untuk wadah nasi, lauk pauk, buah atau kerupuk di tempat hajatan. Bentuknya kubus dan memiliki tutup. Besek dibuat dengan pola anyaman. Dulu, besek berwarna putih kekuningan, baik di sisi luar ataupun di sisi bagian dalam. Kini, besek lebih berwarna, agar penampilannya makin menarik. Besek tersedia mulai dari yang kecil hingga besar. Kisaran harganya Rp 700 – Rp 8 ribu.

4.     Bongsang

Berbeda dengan wadah tradisional lainnya, meski sama-sama terbuat dari bambu, bongsang memiliki anyaman yang renggang. Biasa dipakai untuk membawa kue-kue, tahu sumedang atau peuyeum. Harga rata-rata Rp 500 – Rp 8.400.

5.     Tampah

Tampah atau nampan bambu salah satu kerajinan khas Indonesia yang berfungsi untuk membersihkan beras hingga menaruh makanan. Benda ini berbentuk bulat dengan diameter mulai 60 cm – 80 cm. Wadah yang satu ini, cukup terkenal di luar negeri, maka tak heran bila harganya ada yang mencapai sekitar Rp 168 ribu.

Tertarik memakai salah satu wadah tradisional diatas untuk menyajikan makanan favorit kamu? skm


Share

Comments

Leave a comment